Minggu, 23 Juni 2024

DHCP SERVER DEBIAN 11

                Konfigurasi Server DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) untuk menetapkan alamat IP ke host klien di jaringan lokal. Sebelum masuk ke settingan DHCP kita harus setting networking nya terlebih dahulu

Jika kita belajar menggunakan 2 komputer kita hanya perlu menggunakan kabel LAN untuk
menyambungkannya. Namun jika kita menggunakan aplikasi virtualisasi (virtualbox),kita harus
menghubungkan komputer nyata (host ost) dengan komputer virtual (guest ost).


Sebelum itu mari kita cek adapter kita terlebih dahulu.

 

kita mempunyai 2 adapter yaitu adapter1 adalah bridge dan adapter2 adalah host-only,sebenarnya dengan bridgeantara HostOS dan GuestOS sudah bisa saling berkomunikasi karena mendapat ip yang satu jaringan,namun ini akankurang efektif karena bridge menggunakan dhcp yang nantinya akan membuat ip server berubah-ubah setiap connectke jaringan.Untuk itu kita juga harus setting Host Only agar server mempunyai IP static yang tetap.

  root@srv-debian:~# nano /etc/network/interfaces


#This file describes the network interfaces available on your system available on your system

# and how to activate them. For more information, see interfaces(5).

source /etc/network/interfaces.d/*

# The loopback network interface

auto lo

iface lo inet loopback


# The primary network interface

auto enp0s3

iface enp0s3 inet dhcp


#adapter enp0s8

auto enp0s8

iface enp0s8 inet static

        address 192.168.13.1/24

Ket :

  • # adapter  ... adalah bentuk komentar, jika kalian melihat file konfigurasi diawali dengan # maka itu adalah kalimat komentar, dimana baris komentar tidak akan di eksekusi karena hanya dianggap sebagai baris pengingat saja

  • static adalah fungsi dimana berarti kita akan mengkonfigurasikan jaringan ini secara manual, jika kalian memiliki jaringan dengan konfigurasi otomatis seperti internet atau jaringan dengan gateway lain pastikan gunakan dhcp agar dapat mendapatkan ip address secara otomatis

  • address disini kita gunakan untuk mendefinisikan alamat ip address untuk debian kita


Lalu restart service network dan cek ip address kita



Lanjut kita setting DHCP server di Linux Debian 11, install service dhcp server yaitu isc-dhpc-server lalu edit beberapa fileyang dibutuhkan

root@srv-debian:~# apt install isc-dhcp-server -y

root@srv-debian:~# nano /etc/default/isc-dhcp-server


# uncomment line 4 

DHCPDv4_CONF=/etc/dhcp/dhcpd.conf


# line 17 : tambahkan interface  lokal

INTERFACESv4="enp0s8"


root@srv-debian:~# nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

# line 7 : tambahkan domain 

option domain-name "www.anakIT.com";


# line 21 : uncomment (menyatakan bahwa DHCP nya valid)

authoritative;


# line 54 – 62 :  slightly different configuration for an internal subnet. (sudah default)

subnet 192.168.13.0 netmask 255.255.255.0 {

  range 192.168.13.10 192.168.13.50;

  option domain-name-servers 192.168.13.1;

  option routers 192.168.13.1;

  option broadcast-address 192.168.13.255;

  default-lease-time 600;

  max-lease-time 7200;

}


# ubah interface yang menuju client menjadi dhcp

root@srv-debian:~# nano /etc/network/interfaces

#adapter enp0s8

auto enp0s8

iface enp0s8 inet dhcp


# restart service

root@srv-debian:~# systemctl restart isc-dhcp-server


Konfigurasi pada client – windows 11


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HAPROXY STATS DEBIAN 11

          Halo teman-teman pada chapter kali ini kita akan belajar untuk membuat haproxy stat, pada chapter sebelumnya kita sudah mencoba lo...